Bentuk-bentuk Hukuman dalam pendidikan

Hukuman yang diberikan kepada anak dalam pendidikan, karena kesalahan yang dilakukannya ada dalam bentuk yang bermacam-macam. Tidak kesemuanya patut dan dapat digunakan dalam mendidik seorang anak. Berikut kami paparkan beberapa bentuk hukuman tersebut, dan mana saja yang patut dihindari, agar tidak memberikan efek negatif dalam mendidik seorang anak.

 

Beberapa Teori Hukuman

  1. Teori hukuman alam.
  2. Teori hukuman balas dendam.
  3. Teori hukuman ganti rugi.
  4. Teori hukuman menakut-nakuti.
  5. Teori hukuman memperbaiki.[1]

 

Teori hukuman alam

Teori hukuman alam tersebut mempunyai pandangan bahwa hukuman buatan itu tidak perlu diadakan seperti hukuman yang diberikan secara sengaja oleh seseorang kepada orang lain yang melakukan kesalahan atau pelanggaran, tetapi hendaknya anak dibiarkan berbuat salah atau pelanggaran biar alam sendiri yang akan menghukumnya.

Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Umar Muhammad Al-Taumy Al-syaibany bahwa “ alam natural bukan saja mencakup segala mahluk yang akan tetapi juga merangkum sistem, peraturan atau undang-undang alam yang semua bagian alam tunduk kepada dasar-dasarnya dan sesuatu itu terjadi atau berlaku mengikuti ketentuan persyaratan disekelilingnya.[2]

Pandangan teori hukum alam ini menyatakan bahwa hukuman alam tersebut merupakan hukuman yang wajar dan logis sebab merupakan akibat dari perbuatannya sendiri.

Seperti anak yang senam memanjat pohon adalah wajar dan logis, apabila suatu ketika ia jatuh. Jatuh ini merupakan hukuman menurut alam sebagai akibat dari perbuatannya sering memanjat pohon. Dengan pengalamannya tersebut anak merasa akibatnya dan akan belajar sendiri dengan pengalamannya.

 

Teori Hukuman balas dendam

Dalam hal ini biasanya diterapkan karena si anak pernah mengecewakan seperti si anak pernah mengejek atau menjatuhkan harga diri guru disekolah atau pada pandangan masyarakat dan sebagainya.[3]

Memperhatikan pendapat diatas maka hukuman ini adalah hukuman yang paling jahat yang tidak dapat dipertanggung jawabkan dalam dunia pendidikan.

Hal ini terjadi mungkin pendidik kecewa baik kekecewaan itu karena orang lain yang akibatnya siswa kena sasaran hukuman atau oleh karena siswa sendiri. Sehingga pendidik mencari kesempatan kapan ia dapat menghukum atau membalas terhadap siswa tersebut, baik hukuman itu secar langsung kepada siswa atau tidak.

Dalam hal ini nampaklah teori ini kurang tepat dengan ilmu mendidik bila seorang guru sampai menggunakan hukuman dengan teori balas dendam tersebut, namun demikian bila memang terpaksa seorang pendidik menggunakan teori balas dendam juga tidak ada salahnya, asal masih dalam garis kepentingan demi tercapainya tujuan pendidikan bukan karena kepentingan pribadi.

 

Teori Hukuman ganti rugi

Menurut teori inio siswa yang melakukan kesalahan diminta untuk bertanggung jawab atau menggung resiko dari perbuatannya.[4]

Sebagai akibat ia harus mengganti atau menanggung resiko dari perbuatannya misalnya, siswa yang berkejar-kejaran dikelas kemudian memecahkan kaca jendela itu.

Kebaikan dari teori ini adalah :

  1. Siswa diajar disiplin dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
  2. Dapat menimbulkan perasaan jara, sehingga siswa dapat berhati-hati untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Sedangkan dampak negatifnya, teori ini adalah :

  1. Bagi siswa yang mampu tidak ada kesan terhadap hukuman yang diterima tersebut.
  2. Bagi siswa yang tidak mampu terasa berat sekali.

 

Teori Hukuman menakut-nakuti

Menurut teori ini hukuman diberikan untuk menakut-nakuti anak , agar anak tidak melakukan pelanggaran atau perbuatan yang dilarang. Dalam hal ini nilai didik telah ada, namun perlu diingat oleh para pendidik jangan sampai anak itu berbuat kesalahan lagi, hanya rasa takut saja. Melainkan tidak berbuat kesalahan lagi karena boleh jadi anak akan tunduk hanya dilandasi takut saja kepada pendidik, maka jika tidak ada pendidik kemungkinan besar sekali ia akan mengulangi perbuatannya. Ia akan melakukan perbuatannya secara sembunyi, jika terjadi demikian maka dapat dikatakan bahwa nilai didik dan hukuma itu sangat minim sekali.

 

Teori Hukuman Memperbaiki

Menurut teori ini hukuman diberikan untuk memperbaiki siswa yang berbuat salah dengan harapan agar selanjutnya tidak melakukan kesalahan lagi atau insaf atas kesalahannya, insaf yang timbul dari kesadaran hatinya, sehingga tidak ingin mengulangi lagi. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Umar Hamalih “ Penyadaran atas hal-hal yang menyebabkan kegagalan ini perlu sekali dengan maksud agar dengan usaha sendiri ( Self Direction ), kita dapat mengatasinya dan memperbaikinya.[5]

Agar siswa insaf, maka pendidik harus memberikan penjelasan diwaktu menjatuhkan hukuman dalam hal apa mereka salah dan apa akibat dari perbuatannya itu. Dengan demikian siswa akan memahami segala tingkah laku dan akibat dari perbuatannya. Hal semacam ini akan membawa siswa pada kematangan berfikir dan kedewasaan.

Dengan uraian diatas berarti hukuman tersebut dapat dipertanggung jawabkan secara pedagogis apabila :

  1. Hukuman tersebut dapat menginsafkan siswa atas perbuatannya yang salah.
  2. Siswa mempunyai pengertian tentang akibat perbuatan yang baik dan buruk.
  3. Berjanji dalam hatinya untuk tidak mengulangi atau berjanji untuk memperbaiki kesalahannya dan akan melakukan hal-hal yang baik.

Karena hal-hal yang demikianlah hukuman yang bersifat memperbaiki sering disebut hukuman pedagogis. Jadi hukuman itu dapat diterapkan dalam pendidikan terutama hukuman yang bersifat pedagogis, menghukum bila perlu jangan terus-menerus dan hindarilah hukuman jasmani.


Referensi: http://kafeilmu.com/2011/02/bentuk-bentuk-hukuman-dalam-pendidikan-anak.html#ixzz2Kw1JTzC0

Soal Ulangan Kelas VIII Bab Demokrasi

(Hati-hati,teliti,cepat dan konsentras, dan jujur pada diri sendirii agar dapat mengerjakan soal ulangan PKn ini)

Isilah titik-titik di bawah ini!

Demokrasi langsung artinya….
Demokrasi tidak langsung artinya….
Demokrasi liberal artinya….
Demokrasi Komunis/Proletar artinya….
Demokrasi Pancasila artinya….
Demokrasi liberal dengan system parlementer mulai berlaku pada…..s.d……
Demokrasi terpimpin mulai berlaku pada…..s.d……
Demokrasi Pancasila dengan system presidensiil mulai berlaku pada…..s.d……
Demokrasi Pancasila era reformasi mulai berlaku pada…..s.d……
Ciri khusus yang membedakan demokrasi Pancasila dengan demokrasi lain adalah….
Kedudukan presiden sebagai kepala Negara sedangkan kepala pemerintahan dipegang menteri merupakan gambaran pelaksanaan demokrasi….
Kedudukan presiden sebagai kepala Negara dan kepala pemerintahan sedangkan presiden juga dibantu menteri merupakan gambaran pelaksanaan demokrasi….
Demokrasi yang dijiwai,diwarnai,dan didasari kelima sila Pancasila merupakan gambaran pelaksanaan demokrasi….
Referandum artinya….
Istilah Trias Politika yang diuraikan dalam buku De I’espirit des loois dikemukakan oleh….
Pencetus sendi demokrasi Indonesia adalah….
Bergaul dengan teman tanpa membedakan SARA merupakan contoh penerpan budaya demokrasi di lingkungan….
Terlibat pemilu merupakan salah satu contoh penerapan budaya demokrasi di lingkungan….
Menghargai penapat anggota keluarga yang lain meruapak salah satu penerapan budaya demokrasi di lingkungan….
Aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan terlibat dalam pemilihan RT merupakan salah satu penerapan buidaya demokrasi di lingkungan….
Budaya demokrasi adalah….
Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu….
Oposisi artinya….

Uraikan!

Sebutkan 2 ciri-ciri yang menunjukkan budaya demorasi dalam kehidupan sehari-hari!
Apakah yang dimaksud dengan budaya demokrasi?
Sebutkan 2 nilai-nilai demokrasi yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari!
Sebutkan 3 kebaikan bentuk pemerintahan demokrasi!
Sebutkan 2 kelemahan bentuk pemerintahan demokrasi!
Sebutkan 2 prinsip-prinsip dasar Negara demokrasi!
Sebutkan 2 unsur-unsur demokrasi!
Tuliskan Hakikat demokrasi dalam pandangan Islam!
Berilah 2 contoh nilai-nilai yang dipunyai masyarakat demokratis!

Topik Diskusi : Analisis Berita

 

“Kultur Demokrasi Belum terbangun”

Sosiolog dari Universitas Airlangga menyatakan bahwa maraknya aksi massa buruh atau mahasiswa yang berakhir dengan bentrokan disebabkan belum terbentuknya kultur demokrasi. Demokrasi yang semestinya memunculkan sikap dialogis antara pemerintah dan rakyat belum terjadi. Menurutnya, dialog antara rakyat dan pemerintah saat ini buntu. Kekeliruan dalam proses pembangunan demokrasi memunculkan anomali yang kemudian bermuara pada amuk massa. Ia mengemukakan ini menanggapi terjadinya konflik di Jatim antara buruh dan manajemen salah satu perusahaan di Jatim, serta rakyat dan mahasiswa Papua yang menentang sebuah penambangan milik asing.

sumber : Kompas..

Tugas: Kemukakan pendapat kalian terhadap berita tersebut! Bagaimana menurut kalian  cara membangun demokrasi yang baik?

Kebanyakan Ngegame, Anak Bisa Tumbuh Seperti ‘Zombie’

 

no game online

Kebiasaan main game sampai larut malam bisa membuat anak kurang  tidur dan selalu kelelahan. Ditambah berkurangnya kepekaan terhadap lingkungan sosial, generasi anak masa kini dikhawatirkan akan tumbuh seperti ‘zombie’ alias mayat hidup.

Sebuah badan amal yang peduli terhadap pemainan komputer, Wing South West memperkirakan kesehatan anak-anak yang kecanduan main video game akan sangat mengenaskan. Ibaratnya seperti habis dirajam, hanya saja bukan dengan batu melainkan dengan rasa  lelah karena kurang tidur.

“Kami mengamati sejumlah anak yang sepanjang waktu seperti orang habis dirajam, bukan karena memakai obat terlarang tetapi karena kurang tidur setelah main game sepanjang malam,” kata Paul Bowser yang memimpin penelitian itu seperti dikutip detikINET dari Dailymail, Selasa (31/1/2012).

Hal lain yang menjadi keprihatinan para peneliti adalah berkurangnya kemampuan sosialisasi atau bergaul. Anak-anak yang kecanduan game akan kehilangan empati atau kepekaan sosial, sehingga makin mirip dengan zombie dalam film-film horor.

Terlepas dari hasil penelitian tersebut, kebiasaan main game pada anak-anak memang sering dikaitkan dengan risiko kesehatan. Main game membuat anak kurang gerak, sehingga rentan kegemukan maupun menderita penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan jantung.

Menanggapi hasil penelitian ini, seorang pemilik toko game di Plymouth, Bradley Brown menilai risiko ini bisa diatasi dengan adanya pendampingan oleh orangtua. Terlebih pada masa kini, banyak game-game yang menyediakan fasilitas pengaturan waktu agar mati sendiri jika sudah terlalu lama.

Malah  jika digunakan dengan bijak, video game juga bisa meningkatkan kesehatan. Misalnya jika seseorang sedang merasa stres karena banyak pikiran atau masalah, risiko depresi bisa dikurangi dengan melampiaskan kepenatan tersebut saat bermain game.

Tarian Lebah Madu, Proses Demokrasi saat menentukan sarang baru

 

lebah

Proses pengambilan keputusan lebah adalah sama dengan bagaimana neuron bekerja untuk membuat keputusan dalam otak primata.

Ketika lebah madu mencari rumah baru, mereka memilih lokasi yang terbaik melalui proses demokrasi, yang bagus bagi manusia untuk menirunya, demikian menurut seorang ahli biologi Cornell.
Dalam buku barunya, “Honeybee Democracy”, Thomas Seeley, profesor neurobiologi dan perilaku, menggambarkan proses rumit pengambilan keputusan yang lebah madu (Apis mellifera) gunakan saat mereka membuat pilihan hidup atau mati untuk sarang yang baru.
Ketika sebuah sarang menjadi kelebihan populasi, dua pertiga dari lebah pekerja dan ratu tua pergi dan berkumpul di cabang terdekat. Selama beberapa hari berikutnya, beberapa ratus lebah pengintai mencari 10 hingga 20 lokasi potensial di pohon berlubang. Setelah kembali pada kawanannya, setiap lokasi akan diumumkan dengan tarian.
“Seekor pengintai mengatur berapa lama ia menari sesuai dengan bagusnya lokasi,” ujar Seeley. “Dia memiliki kemampuan built-in untuk menilai kualitas lokasi, dan dia jujur, jika lokasi tersebut biasa-biasa saja, dia tidak akan mengiklankannya secara kuat.”
Pada gilirannya, pengintai lainnya memeriksa lokasi dan kembali menari untuk diri mereka sendiri. Lokasi terbaik memunculkan tarian yang paling kuat, sehingga popularitasnya di antara pengintai menjadi berkembang paling cepat. Lokasi yang paling populer dipilih bila jumlah lebah yang mengunjunginya mencapai ambang batas kritis.
Proses pengambilan keputusan lebah adalah sama dengan bagaimana neuron bekerja untuk membuat keputusan dalam otak primata, kata Seeley. Dalam kawanan lebah dan otak, tidak ada lebah individu atau neuron yang memiliki gambaran umum, tetapi dengan banyaknya individu memberikan bagian yang berbeda dari informasi kelompok untuk mencapai pengambilan keputusan yang optimal. Semut juga mengorganisir diri untuk membuat keputusan kolektif, kata Seeley.
“Konsistensi seperti ini menunjukkan bahwa ada prinsip-prinsip umum organisasi untuk membangun kelompok jauh lebih pintar dari individu paling cerdas di dalamnya,” tulis Seeley.
Manusia dapat belajar banyak tentang pengambilan keputusan demokratis dengan melihat pada lebah, kata Seeley. Jika anggota kelompok memiliki kepentingan umum, seperti lebah-lebah dalam suatu kawanan, lalu kunci untuk pengambilan keputusan kolektif yang baik adalah memastikan kelompok terdiri dari beragam anggota dan pemimpin yang tidak memihak – dan melakukan debat terbuka.

Prestasi Diri

prestasi diri

 

  1. Prestasi diri berarti hasil yang dicapai dari apa yang dikerjakan atau diusahakan. Prestasi diri menggambarkan hasil yang diperoleh seseorang dari satu waktu tertentu yang menunjukkan perubahan kemajuan.

 

  1. Prestasi diri merupakan perwujudan dari potensi diri seseorang. Potensi diri diartikan sebagai segala sesuatu yang dimiliki seseorang baik sudah atau belum nyata yang dapat digunakan dalam pembangunan dirinya.

 

  1. Potensi diri dapat dikelompokkan atas :
    1. Potensi fisik, seperti kekuatan dan bentuk tubuh, kesehatan
    2. Potensi non fisik, seperti kecerdasan, kepribadian, sikap.

 

  1. Faktor yang mempengaruhi prestasi diri :
    1. Faktor dari dalam (internal), seperti :
  • Keterbatasan kecerdasan
  • Kondisi fisik yang kurang (cacad)
  • Ketidakmampuan mengendalikan emosi
  • Malas, tidak disiplin
  1. Faktor dari luar (eksternal), seperti :
  • Lingkungan Keluarga, seperti keharmonisan , kekeluargaan
  • Lingkungan Masyarakat, seperti ketertiban, norma, disiplin
  • Lingkungan Alam, seperti cuaca, makanan

 

  1. Keunggulan suatu bangsa dipengaruhi oleh prestasi diri yang diperoleh warga negaranya. Semakin tinggi prestasi diri warga negara, maka semakin tinggi pula kemajuan dan keunggulan bangsa. Bangsa yang unggul ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya.

 

  1. Pembangunan adalah proses perubahan terus-menerus, menuju pada kemajuan dan perbaikan ke arah tujuan bersama.

 

  1. Pembangunan nasional adalah rangkaian upaya pembangunan yang berkelanjutan meliputi seluruh aspek kehidupan (politik, ekonomi, sosbud, hankam)

 

  1. Pembangunan merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang berkelanjutan, berlandaskan kemampuan nasional.

 

  1. Keseluruhan semangat, arah, gerak pembangunan merupakan pengamalan Pancasila.

 

  1. Tujuan pembangunan nasional yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

 

  1. Hakekat pembangunan nasional adalah :
    1. Pembangunan manusia seutuhnya, meliputi material dan spiritual.
    2. Pembangunan seluruh masyarakat, berarti merata di seluruh wilayah dan lapisan masyarakat.

 

  1. Modal dasar pembangunan nasional :
    1. Kemerdekaan dan kedaulatan negara
    2. Wilayah yang luas
    3. Kekayaan alam yang melimpah
    4. Jumlah penduduk yang besar
    5. Potensi dan kekuatan efektif bangsa
    6. Persatuan dan kesatuan
    7. Rohaniah dan Mental
    8. Budaya bangsa

 

  1. Faktor dominan yang berpengaruh terhadap pembangunan :
    1. Kependudukan dan sosial budaya
    2. Wilayah kepulauan dan kelautan
    3. Sumber daya alam
    4. Sumber daya manusia
    5. Disiplin nasional
    6. Manajemen nasional
    7. Perkembangan regional, globalisasi, tatanan internasional
    8. Kemungkinan pengembangan

 

  1. Pembangunan nasional adalah dari, oleh, untuk rakyat. Pembangunan dilaksanakan bersama oleh masyarakat dan pemerintah. Masyarakat adalah pelaku utama (subyek) pembangunan. Pemerintah bertugas mengarahkan, membimbing, menciptakan suasan penunjang

 

  1. Keberhasilan pembangunan tergantung pada partisipasi seluruh rakyat dan sikap mental, tekad, disiplin penyelenggara negara.

 

  1. Peran siswa dalam pembangunan adalah belajar dengan giat.